Penyiar Ngawur, Pendengar Kabur

January 15, 2009

Ngaku deh..seberapa sering anda gonta-ganti channel radio sesukanya?

Apalagi klo penyiarnya banyak omong tapi kriuk gosong, kelamaan jadi males bertahan, salah ngucap atau salah ungkap..beuh kiamat mendekap. Itulah kejamnya dunia radio, menerima kenyataan atau sekedar membayangkan pendengar melenggang pergi saat kita On Air adalah tantangan menyakitkan.

Dulu banget, saya menganggap penyiar itu profesi mudah dan menyenangkan, buka mic dan bicara seenaknya. Sampai  diperkenalkan dengan naskah, iklan baca, topik siaran, perangkat siaran dan “mengudara” dalam arti sebenarnya. Tak sedikit persiapan yang dilakukan, disinilah saya belajar lebih dari sekedar mengeluarkan suara, melainkan mengasah kecepatan berpikir, mengisi kepala dengan banyak info dan membayangkan reaksi pendengar. Emangnya situ mau diketahui secara luas doyannya cuma ngomong ngawur..ngga meaning..(meskipun ngga jarang penyiar/MC atau entertain yang berani gila a.k.a gayanya ngawur malah dicari-cari orang, dipuja karena kekonyolannya)

Mempelajari sesuatu yang kita gemari emang seru banget, mendapat respon variatif dari pendengar adalah salah satunya. Ini beberapa contoh “dosa” saya

  • Bilang klo Ronan Keating adalah personel Take That, berujung belasan SMS yang bilang klo jawaban benernya Boyzone
  • Saking cepetnya ngomong jadi cadel, berujung SMS kritik “kepleset ya bo…”
  • Ngomong gantung (nanggung gitu deh berentinya), berujung SMS “trus..mo ngomong apa?”
  • Masih banyak..tapi ngga tega ngelanjutinnya ^_^

Lumayan, jadi bisa mengenali pendengar, mulai dari pengkritik baik-baik, tukang goda hingga tukang memaki. Semuanya diterima dengan lega hati. Sering juga saya menemui pendengar yang baiknya minta ampun, tak hanya sekedar merespon positif omongan atau sharing opini, mereka  juga setia absen SMS setiap kita siaran, bahkan doyan ngirim macem macem tanpa diminta. Beragam jenis makanan, pernak-pernik, souvenir, parcel sampe sprei batik pernah saya terima.

Popularitas memang menggoda, namun yang selalu saya ingat:

Berikan performa terbaik saat bersiaran, tanpa menyebut nama pun..anda akan dicari dan dipuja

Salah satu mentor saya selalu memotivasi, tebarkan sejuta manfaat melalui media sejuta umat, jangan bangga dengan glamoritas, label atau sekedar tenar. Inilah yang kemudian melatih penyiar untuk selalu bertanggungjawab pada apa yang diungkapnya saat On Air. Makanya saya kagum banget ngeliat para senior yang mampu ngobrolin banyak hal dengan seru, berisi namun tetap menghibur..mauuuuuuuu


Entry Filed under: Komunikasi. Tags: , .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


djghina says…

Welcome to djghina's blog :D
penyuka dunia broadcast yang senang berbagi lewat tulisan, bertukar pengalaman dan menjalin pertemanan denganmu..yang mampir ke blogku

”PropertyKita.com

Count Down To Pesta Blogger 2009

Topik terbaru..

Ngobrolin tentang..

Arsip tulisan..

Blogroll

RSS dagdigdug djghina

Yang ikut ngobrol..

Tongkonan on Rumah: penampung “sampah…
Ayam Cinta on Berbeda itu Sederhana..
djghina on Berbeda itu Sederhana..
neng®atna on Berbeda itu Sederhana..
miko on Ngeblog sulit atau kita yang…

Khusus owner..